Shoshenq I: Perbedaan antara revisi
Tampilan
←Membuat halaman berisi ''''Shoshenq I''' (dalam bahasa Yunani disebut '''Sesonchis'''; dalam Alkitab diidentifikasi sebagai '''Sisak''') adalah Fir'aun pendiri Dinasti Dua Puluh Dua yang memerintah pada masa Periode Ketiga Antara (sekitar tahun 945–924 SM). Berasal dari garis keturunan kepala suku militer Libya (Meshwesh), ia tercatat dalam sejarah dunia sebagai penguasa agresif yang berhasil menyatukan kembali Mesir dan meluncurkan kampanye militer berskala besar ke Asia...' Tanda: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler |
Mippedia Neural Engine V12: NeuralRelated Tanda: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler |
||
| Baris 11: | Baris 11: | ||
[[Kategori:Sejarah Mesir kuno]] | [[Kategori:Sejarah Mesir kuno]] | ||
[[Kategori:Penguasa abad ke-10 SM]] | [[Kategori:Penguasa abad ke-10 SM]] | ||
{{#related: Afrika}} | |||
{{#related: Dunia}} | |||
{{#related: Fir'aun}} | |||
Revisi terkini sejak 25 Mei 2026 21.13
Shoshenq I (dalam bahasa Yunani disebut Sesonchis; dalam Alkitab diidentifikasi sebagai Sisak) adalah Fir'aun pendiri Dinasti Dua Puluh Dua yang memerintah pada masa Periode Ketiga Antara (sekitar tahun 945–924 SM). Berasal dari garis keturunan kepala suku militer Libya (Meshwesh), ia tercatat dalam sejarah dunia sebagai penguasa agresif yang berhasil menyatukan kembali Mesir dan meluncurkan kampanye militer berskala besar ke Asia Barat.
Pendarian Dinasti Libya, penjarahan Yerusalem, dan Portal Bubastite meliputi:
- Unifikasi Politik & Militeristik: Shoshenq I menghancurkan sistem otonomi daerah para gubernur lokal. Ia menempatkan putra-putranya memegang jabatan strategis sebagai Pendeta Agung di Thebes dan komandan militer di Herakleopolis, mengunci kembali kontrol administrasi dan perpajakan terpusat sepanjang Sungai Nil.
- Kampanye Militer & Penjarahan Yerusalem: Pada tahun ke-20 pemerintahannya, ia memimpin langsung pasukan kereta perang menembus Levant. Shoshenq I menyerbu wilayah Israel dan Yehuda, mengepung kota Yerusalem, serta membawa pulang seluruh harta karun emas dari Bait Allah Salomo ke Mesir, mengembalikan kejayaan geopolitik imperium Nil di benua Afrika Utara.
- Pembangunan Portal Bubastite di Karnak: Untuk mengabadikan kemenangan militernya, ia membangun dinding relief raksasa yang dikenal sebagai Portal Bubastite (Bubastite Portal) di Kompleks Kuil Karnak. Relief ini memuat daftar ratusan kota taklukan di Kanaan, bertindak sebagai dokumen historiografi eksternal yang mengonfirmasi catatan sejarah Timur Tengah kuno.
Melalui keberanian strategi perang luar negeri dan restrukturisasi birokrasi internal, Shoshenq I berhasil merestorasi status Mesir sebagai adidaya militer yang disegani.