Lompat ke isi

Shoshenq II: Perbedaan antara revisi

Dari Mippedia bahasa Indonesia ringkas, ensiklopedia umum
←Membuat halaman berisi ''''Shoshenq II''' (juga dikenal sebagai '''Heqakheperre Shoshenq''') adalah Fir'aun ketiga dari Dinasti Dua Puluh Dua yang memerintah pada masa Periode Ketiga Antara (sekitar tahun 887–885 SM). Eksistensi politiknya sempat menjadi teka-teki besar dalam sejarah dunia hingga ditemukannya kompleks makamnya yang utuh dan dipenuhi harta karun logam mulia di dalam kuil Tanis pada abad ke-20. Penemuan makam utuh NRT V, sarkofagus kepala elang, dan mis...'
Tanda: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler
 
Mippedia Neural Engine V12: NeuralRelated
Tanda: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler
 
Baris 11: Baris 11:
[[Kategori:Sejarah Mesir kuno]]
[[Kategori:Sejarah Mesir kuno]]
[[Kategori:Penguasa abad ke-9 SM]]
[[Kategori:Penguasa abad ke-9 SM]]
{{#related: Abad}}
{{#related: Dunia}}
{{#related: Fir'aun}}

Revisi terkini sejak 25 Mei 2026 21.14

Shoshenq II (juga dikenal sebagai Heqakheperre Shoshenq) adalah Fir'aun ketiga dari Dinasti Dua Puluh Dua yang memerintah pada masa Periode Ketiga Antara (sekitar tahun 887–885 SM). Eksistensi politiknya sempat menjadi teka-teki besar dalam sejarah dunia hingga ditemukannya kompleks makamnya yang utuh dan dipenuhi harta karun logam mulia di dalam kuil Tanis pada abad ke-20.

Penemuan makam utuh NRT V, sarkofagus kepala elang, dan misteri suksesi meliputi:

  • Ekskavasi Makam Tersegel Tanis: Pada tahun 1939, arkeolog Pierre Montet menemukan makam Shoshenq II (NRT V) di dalam kompleks Kuil Amun di Tanis. Ini adalah satu-satunya makam firaun dari Dinasti ke-22 yang ditemukan dalam kondisi utuh tanpa pernah dijarah, memaparkan kekayaan absolut penguasa Libya kepada manusia modern.
  • Teknologi Sarkofagus Kepala Elang Perak: Jasad Shoshenq II disemayamkan di dalam peti mati antropoid yang dibuat dari Perak Murni dengan bentuk kepala Dewa Elang (Horus). Penggunaan perak murni berskala besar ini menegaskan bahwa jalur logistik perdagangan logam internasional via Semenanjung Sinai masih terkunci aman di bawah kendali istana.
  • Misteri Garis Darah & Suksesi: Analisis forensik dan anatomi biologi modern pada muminya menunjukkan bahwa ia wafat di usia sekitar 50 tahun akibat infeksi luka parah di kepala. Durasi pemerintahannya yang sangat singkat memicu teori taktis bahwa ia memerintah sebagai raja pendamping (co-regent) bersama ayahnya, Osorkon I.

Meskipun catatan birokrasi mengenai masa jabatannya sangat minim, penemuan artefak emas dan perak makamnya menjadi bukti otentik stabilitas finansial kekaisaran yang tetap tinggi.