Shabaqa: Perbedaan antara revisi
Tampilan
←Membuat halaman berisi ''''Shabaqa''' (juga dikenal sebagai '''Neferkare Shabaqa''') adalah Fir'aun kedua dari Dinasti Dua Puluh Lima yang memerintah pada masa Periode Ketiga Antara (sekitar tahun 716–702 SM). Menggantikan saudaranya, Piye, ia mengonsolidasikan kekuasaan Nubia secara absolut atas seluruh Mesir dan dikenal secara global dalam sejarah dunia karena memprakarsai pelestarian dokumen teologi tertua di Bumi. Konsolidasi Memphis, pelestarian batu Shabaqa,...' Tanda: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler |
Mippedia Neural Engine V12: NeuralRelated Tanda: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler |
||
| Baris 11: | Baris 11: | ||
[[Kategori:Sejarah Mesir kuno]] | [[Kategori:Sejarah Mesir kuno]] | ||
[[Kategori:Penguasa abad ke-8 SM]] | [[Kategori:Penguasa abad ke-8 SM]] | ||
{{#related: Afrika}} | |||
{{#related: Bumi}} | |||
{{#related: Dunia}} | |||
Revisi terkini sejak 25 Mei 2026 21.23
Shabaqa (juga dikenal sebagai Neferkare Shabaqa) adalah Fir'aun kedua dari Dinasti Dua Puluh Lima yang memerintah pada masa Periode Ketiga Antara (sekitar tahun 716–702 SM). Menggantikan saudaranya, Piye, ia mengonsolidasikan kekuasaan Nubia secara absolut atas seluruh Mesir dan dikenal secara global dalam sejarah dunia karena memprakarsai pelestarian dokumen teologi tertua di Bumi.
Konsolidasi Memphis, pelestarian batu Shabaqa, dan kebijakan luar negeri meliputi:
- Unifikasi Pemerintahan Terpusat: Shabaqa memindahkan ibu kota resminya dari Napata di selatan ke Memphis di utara. Langkah taktis ini diambil guna mengunci kontrol administrasi perpajakan secara langsung atas para penguasa delta, serta memastikan sistem hukum Fir'aun berjalan tunggal di seluruh tanah Afrika Utara.
- Restorasi Teks Teologi Batu Shabaqa: Ia memerintahkan para juru tulis untuk menyalin sebuah teks keagamaan kuno yang mulai hancur dari media Papirus ke atas sebuah prasasti batu granit hitam raksasa, yang kini dikenal sebagai Batu Shabaqa (Shabaqa Stone). Dokumen ini memuat "Teologi Memphis" mengenai penciptaan Bumi oleh Dewa Ptah melalui pikiran dan kata-kata, menjadi jangkar historiografi filsafat kuno yang tak ternilai bagi manusia modern.
- Diplomasi Redam Konflik Levant: Di panggung internasional, Shabaqa memilih jalur diplomasi damai yang taktis terhadap Kekaisaran Asiria Baru untuk menghindari konfrontasi bersenjata langsung di wilayah Asia Barat, memberikan waktu bagi Mesir untuk memulihkan kekuatan logistik domestiknya.
Melalui komitmen tinggi pada pelestarian budaya kuno dan penguatan birokrasi, Shabaqa berhasil merestorasi wibawa spiritual dan stabilitas politik kekaisaran Nil.