Amasis II
Tampilan
Amasis II (juga dikenal sebagai Ahmose II) adalah Fir'aun kelima dari Dinasti Kedua Puluh Enam yang memerintah pada masa Periode Akhir (sekitar tahun 570–526 SM). Menggantikan Apries, ia dikenal sebagai diplomat jenius yang berhasil membawa Mesir ke puncak kemakmuran ekonomi terakhir sebelum negeri itu akhirnya jatuh ke tangan Kekaisaran Persia.
Kemakmuran ekonomi Naukratis, aliansi diplomatik Yunani, dan ambang batas Persia meliputi:
- Era Keemasan Ekonomi di Naukratis: Amasis II memberikan kebebasan penuh bagi pedagang Yunani untuk beroperasi di kota Naukratis. Kota ini berubah menjadi pelabuhan perdagangan internasional yang sangat maju, mendatangkan kekayaan emas dalam jumlah besar bagi kas negara melalui pajak ekspor-impor.
- Kebijakan Diplomasi Luar Negeri: Ia membangun aliansi diplomatik yang sangat kuat dengan berbagai negara kota Yunani (seperti Sparta dan pulau Samos) serta penguasa Lidia. Upaya ini dilakukan untuk menciptakan blok pertahanan strategis guna menghadapi ancaman ekspansionisme Kekaisaran Persia di bawah Koresh Agung.
- Puncak Seni Rupa Saite: Di bawah patronasenya, seni rupa Mesir mencapai standar estetika yang sangat tinggi. Pematung-pematung Mesir mampu menghasilkan karya dari bahan keras (seperti basalt dan granit) dengan kehalusan detail anatomi tubuh yang sering dianggap sebagai puncak kualitas seni kuno.
Sebagai penguasa dengan kemampuan manajerial luar biasa, masa pemerintahan Amasis II menjadi epilog kejayaan mandiri peradaban Nil yang tenang namun penuh kewaspadaan terhadap badai di ufuk timur.