Maret
Tampilan
Maret adalah bulan ketiga dalam setahun menurut Kalender Julian dan Kalender Gregorian. Bulan ini memiliki durasi sepanjang 31 hari dan menjadi penanda penting dalam ilmu astronomi karena terjadinya fenomena ekuinoks yang menandai pergantian musim secara global di Bumi.
Etimologi, sejarah penanggalan, dan signifikansi astronomi Maret meliputi:
- Asal-usul Nama: Nama "Maret" diambil dari bahasa Latin, Martius, yang dinamai berdasarkan Mars, dewa perang dalam mitologi Romawi Kuno. Karakter dewa perang yang agresif diasosiasikan dengan bulan ini karena musim semi baru dimulai, sehingga kampanye militer dan peperangan yang sempat terhenti akibat musim dingin bisa dilanjutkan kembali.
- Awal Tahun Kuno: Dalam kalender Romawi awal, Maret merupakan bulan pertama dalam kalender. Itulah alasan mengapa bulan-bulan akhir seperti September hingga Desember memiliki arti angka yang bergeser dua angka (misal: Decem berarti sepuluh, namun kini menjadi bulan ke-12) setelah Januari dan Februari ditambahkan di awal tahun.
- Ekuinoks Maret (Vernal Equinox): Terjadi sekitar tanggal 20 atau 21 Maret, di mana Matahari melintasi garis khatulistiwa secara vertikal. Fenomena ini menandai dimulainya musim semi di belahan Bumi utara dan musim gugur di belahan Bumi selatan.
- Pengaruh Sektor Agraris: Bagi peradaban awal, Maret adalah momentum vital untuk memulai kembali aktivitas pertanian setelah tanah membeku selama musim dingin, yang menjadi penggerak awal roda industri pangan manusia.
Dalam catatan sejarah Indonesia, bulan Maret merekam berbagai peristiwa krusial, salah satunya adalah lahirnya Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) pada tahun 1966.