Osorkon IV
Tampilan
Osorkon IV (awalnya bernama Usermaatre Sekheperenre Osorkon) adalah Fir'aun kesepuluh sekaligus penguasa terakhir dari Dinasti Dua Puluh Dua yang memerintah pada masa akhir Periode Ketiga Antara (sekitar tahun 730–716 SM). Ia diakui dalam sejarah dunia sebagai firaun bayangan yang menakhodai runtuhnya garis dinasti Libya di Tanis di tengah hantaman ganda invasi Kerajaan Kush dan ekspansi militeristik Kekaisaran Asiria Baru.
Kejatuhan Tanis, diplomasi upeti Asiria, dan akhir Dinasti Libya meliputi:
- Ketundukan Pada Ekspansi Nubia: Ketika Jenderal Piye dari Kerajaan Kush meluncurkan invasi berskala besar ke utara untuk menyatukan Mesir, Osorkon IV menyadari kelumpuhan militeristiknya. Ia memilih jalur diplomasi taktis dengan menyatakan tunduk secara hukum dan mempersembahkan kuda-kuda terbaik kepada raja Kush guna mengunci keselamatan fisiknya.
- Upeti Taktis Kepada Sargon II: Di panggung internasional, Osorkon IV menghadapi ancaman agresi militer Asiria di perbatasan Sinai. Teks silinder Sargon II mencatat bahwa "Suri, Raja Mesir" (diidentifikasi sebagai Osorkon IV) mengirimkan upeti emas berbobot tinggi dan hewan eksotis guna meredam konfrontasi bersenjata di Asia Barat.
- Tamatnya Era Dinasti ke-22: Masa pemerintahan mandiri Osorkon IV berakhir sepenuhnya ketika Dinasti ke-25 mengambil alih kendali administrasi terpusat di wilayah Afrika Utara. Wafatnya Osorkon IV secara resmi menutup lembaran kekuasaan para kepala suku Libya yang telah mendominasi Mesir selama lebih dari dua abad.
Melalui fleksibilitas diplomasinya di tengah krisis multidimensi, Osorkon IV berhasil menghindarkan kota Tanis dari kehancuran siber-fisik kuno akibat amukan perang.