Ramesses X
Tampilan
Ramesses X (juga dikenal sebagai Khepermaatre Setepenre) adalah Fir'aun kesembilan dari Dinasti Kedua Puluh yang memerintah pada masa akhir Kerajaan Baru (sekitar tahun 1108–1099 SM). Eksistensi politiknya dalam sejarah dunia diselimuti oleh kegelapan informasi akibat kelangkaan dokumen administratif dan hilangnya kontrol terpusat istana atas wilayah luar Memphis.
Kelumpuhan total birokrasi, pemogokan Deir el-Medina, dan kelangkaan monumen meliputi:
- Kelumpuhan Total Birokrasi Pekerja: Catatan harian para juru tulis di pemukiman perajin Deir el-Medina menunjukkan bahwa pada masa Ramesses X, pasokan logistik pangan dan gandum dari istana terhenti total dalam durasi yang lama. Hal ini memicu pemogokan massal harian yang membuat proyek pemahatan makam resmi kenegaraan mangkrak sepenuhnya.
- Kelangkaan Artefak Fisik Kuno: Jejak arkeologisnya di atas kertas hukum maupun batu monumen sangat minim. Namanya hanya teridentifikasi pada satu prasasti kecil di Kuil Karnak dan beberapa coretan dinding (graffiti) kuno, mencerminkan kelumpuhan total teknik sipil dan kapasitas finansial negara.
- Hilangnya Garis Batas Imperium: Di bawah kepemimpinannya, Mesir secara absolut tidak lagi memiliki pengaruh geopolitik atau militeristik di wilayah Asia Barat maupun Nubia, mengurung otoritas hukum Fir'aun hanya di wilayah domestik yang terfragmentasi.
Masa pemerintahan Ramesses X menjadi simbol dari fase senjakala peradaban Kerajaan Baru, di mana figur raja hanya bertindak sebagai penguasa simbolis tanpa kekuatan eksekutif yang riil.