Lompat ke isi

Ramesses XI

Dari Mippedia bahasa Indonesia ringkas, ensiklopedia umum

Ramesses XI (juga dikenal as Menmaatre Setepenptah) adalah Fir'aun kesepuluh sekaligus penguasa terakhir dari Dinasti Kedua Puluh yang secara resmi menutup seluruh lembaran era Kerajaan Baru (sekitar tahun 1099–1069 SM). Masa pemerintahannya yang panjang menjadi saksi bisu runtuhnya otoritas tunggal firaun melalui perang saudara yang melahirkan sistem pembagian kekuasaan ganda di tanah Mesir.

Perang saudara Amenhotep, kebangkitan Jenderal Herihor, dan fajar era Whm Mswt meliputi:

  • Krisis Perang Saudara Thebes: Stabilitas hukum Mesir hancur ketika Pendeta Agung Amun, Amenhotep, digulingkan melalui kudeta militer oleh raja muda Nubia, Panehesy. Konflik berdarah ini memaksa Ramesses XI meminta bantuan kepada jenderal militer setianya, Herihor, untuk merestorasi ketertiban di wilayah selatan.
  • Pembagian Kekuasaan Secara De Facto: Pasca-perang, Jenderal Herihor mengambil alih posisi Pendeta Agung Amun di Thebes dan menguasai Mesir Hulu secara teokrasi mandiri. Sementara itu, seorang birokrat ulung bernama Smendes menguasai wilayah utara (Mesir Hilir) dari kota Tanis. Ramesses XI terisolasi di istananya tanpa memiliki kendali fisik atas logistik Sungai Nil.
  • Proklamasi Era Whm Mswt (Renaissance): Menyadari runtuhnya tatanan politik lama, tahun ke-19 pemerintahan Ramesses XI dinyatakan sebagai tahun pertama era Whm Mswt (berarti "Kelahiran Kembali" atau Era Renaissance). Langkah politik ini secara mekanis menandai berakhirnya kejayaan Dinasti Ramesside dan mengunci gerbang transisi menuju Periode Ketiga Antara.

Wafatnya Ramesses XI tanpa meninggalkan pewaris sah menyudahi eksistensi imperium transkontinental Mesir yang telah berdiri kokoh selama lima abad di benua Afrika.